Saturday, 10 October 2015

android marshmallow

                       Ini Daftar Smartphone Sony yang Kebagian Android Marshmallow

Android Marshmallow resmi diluncurkan tepat bersamaan dengan hadirnya seri Nexus terbaru, yakni 5X dan 6P beberapa hari lalu. Google juga telah mengumumkan bahwa deretan perangkat Nexus lawas akan mendapatkan update sistem operasi teranyarnya tersebut.

Sony pun tak mau ketinggalan, selang sehari setelah Google mengumumkan perangkat apa saja yang bisa di-update Android Marshmallow, perusahaan asal Jepang tersebut langsung mengungkap daftar smartphone Xperia yang akan kebagian mencicipi sistem operasi Andoid versi 6.0 itu.

Mengutip informasi yang dilansir Phone Arena, Jumat (9/10/2015), berikut daftar perangkat smartphone Sony yang akan kebagian untuk mencicipi Android Marshmallow:
  • Sony Xperia Z5
  • Sony Xperia Z5 Compact
  • Sony Xperia Z5 Premium
  • Sony Xperia Z3+ 
  • Sony Xperia Z3
  • Sony Xperia Z3 Compact
  • Sony Xperia Z2
  • Sony Xperia M5
  • Sony Xperia C5 Ultra
  • Sony Xperia M4 Aqua
  • Sony Xperia C4
Dan berikut daftar perangkat tablet Sony yang akan mendapatkan update Android Marshmallow:
  • Sony Xperia Z3 Tablet Compact
  • Sony Xperia Z4 Tablet
  • Sony Xperia Z2 Tablet
Android Marshmallow  hadir dengan segudang peningkatan dibanding seri terdahulu, Android 5.0 Lollipop. Fitur terbarunya yang dinanti-nanti pengguna adalah Now on Tap, yang mana mampu mengintegrasikan layanan pencarian Google dan interaksi suara menjadi satu aplikasi. Selain itu, Marshmallow juga menghadirkan fitur yang bernama Doze, yang mana bisa menghemat penggunaan baterai.

Marshmallow juga mendukung layanan Android Pay, koneksi USB Type-C di perangkat terbarunya, dan tampilan notifikasi serta interface yang lebih `terpoles` dan interaktif. Selain itu, sistem operasi ini memungkinkan Anda secara manual untuk dapat mengatur jumlah RAM yang tersedia untuk smartphone atau tablet.

Bukan itu saja, Anda juga dapat menghapus aplikasi langsung dari layar utama launcher Google Now dengan men-drag mereka ke atas/kanan layar.

aplikasi penangkal tanggal tua

                                     Jojonomic, Aplikasi Keuangan Pembunuh Tanggal Tua

 - Dalam riset internal yang dilakukan oleh tim Jojonomic terhadap 500 orang responden secara tatap muka di kota terbesar di Asia Tenggara, tampak bahwa lebih dari 50% orang dewasa memiliki isu dalam mengelola keuangan pribadi/keluarga atau banyak yang bermasalah dengan "tanggal tua".

Sementara itu lebih dari 70% responden mengatakan bahwa mereka saat ini tidak memantau pengeluaran mereka karena merasa tidak ada cara mudah untuk mencatatnya. Untuk itulah perusahaan financial technology Jojonomic merancang aplikasi dengan nama yang sama.

Penggunaan aplikasi ini sendiri diklaim sangat mudah karena input transaksi dapat dilakukan dengan hanya dua tap dan Jojonomic sudah dapat diakses melalui widget maupun Apple watch sehingga input dapat dilakukan tanpa membuka aplikasi di smartphone.

Rentang pengguna Jojonomic sangat luas yaitu dari pengguna berusia 16 hingga 56 tahun, dari mahasiswa sampai usia mendekati pensiun. Jumlah terbesar pengguna berada dalam kisaran usia 20an hingga awal 30an tahun.

Kisaran usia ini merupakan masyarakat yang baru saja memulai karir dan saat yang tepat untuk membentuk financial habit, antara lain pola mengkonsumsi, menabung, dan berinvestasi. Ini sejalan dengan visi Jojonomic, menciptakan masyarakat yang melek finansial dan memiliki keuangan yang sehat.

Terkini, Jojonomic baru saja mengumumkan pendanaan awal yang diperoleh dari East Ventures. Willson Cuaca, Managing Partner East Ventures mengatakan, "Kami percaya financial technology sedang berkembang pesat di region ini dan Jojonomic dengan tim dan kemampuan eksekusinya akan mampu menangkap peluang yang ada dengan baik".

Menurut siaran pers yang kami terima, Sabtu (10/10/2015), sejak diluncurkan dalam versi beta pada Agustus 2015, Jojonomic telah memiliki ribuan akun pengguna dari aplikasi Jojonomic di platform iOS maupun Android.

Friday, 9 October 2015

Update WhatsApp Backup Data ke Google Drive


Update Terbaru WhatsApp, Bisa Backup Data ke Google Drive



Seperti dikutip dari laman The Next Web, Jumat (9/10/2015), fitur terbaru ini merupakan kerja sama antara WhatsApp dan Google untuk mengintegrasikan Google Drive agar dapat digunakan untuk mencadangkan (backup) data percakapan pengguna WhatsApp di Android.

Data-data yang dapat dicadangkan di fitur terbaru ini di antaranya adalah riwayat percakapan, pesan suara, foto, bahkan video. Lewat fitur terbaru ini diharapkan akan memudahkan pengguna misalnya untuk memindahkan data dari WhatsApp di ponsel lama ke ponsel baru.

Pengguna juga dapat mengatur jadwal backup pesan menggunakan Google Drive. Ada harian, mingguan, bulanan, atau sesuai keperluan pengguna, termasuk tidak sama sekali melakukan backup. Selain itu, pengguna juga dapat memilih jaringan yang digunakan untuk melakukan backup, menggunakan jaringan WiFi atau selular.

Namun, dikarenakan fitur ini masih terus dikembangkan, maka fitur ini akan digulirkan secara bertahap. Google sendiri memperkirakan fitur ini baru akan hadir secara merata dalam beberapa bulan ke depan.

Sebenarnya, WhatsApp sendiri juga sudah memiliki kemampuan untuk mencadangkan pesan secara otomatis yang dilakukan tiap pukul 04.00 dan tersimpan di penyimpanan perangkat. Selain itu, pengguna juga dapat memulihkan pesan dalam cadangan yang mencakup pesan selama tujuh hari terakhir .

Bug Berbahaya android Lewat Lagu !!!

                        Ada Bug Berbahaya Ancam Pengguna Android Lewat Lagu


 malam ini akan memposting berita bug berbaya bagi android di tahun ini ,di zaman kita yang sekarang atau bisa disebut masa yang sangat canggih banyak sang pecipta yang telah membuat gagdet-gadget yang sangat canggit ,tetapi ada juga yang membuat aplikasi yang berbaya bagi gagdet kita apakah itu ?  itu yang saya bahas malam ini ...

Stagefright, bug yang sebelumnya mengancam para pengguna Android lewat pesan multimedia, ternyata sekarang memiliki cara lain untuk mengancam pengguna Android.

Mengutip informasi dari laman Ubergizmo, Jumat (2/10/2015), Zimperium Labs, perusahaan keamanan mobile yang juga menemukan bug Stagefright beberapa bulan lalu, berhasil menemukan cara lain yang digunakan penyerang untuk menyebarkan malware ini.

Cara yang dilakukan untuk penyerang adalah dengan menyusupkan malware ke dalam file MP3 atau MP4, lalu disebar melalui beberapa situs untuk dapat diunduh.

Kemudian, pengguna Android yang secara langsung mengunduh file tersebut akan diarahkan untuk mendengarkan preview lagu tersebut secara otomatis. Saat itulah malware akan masuk ke perangkat Android.

Diperkirakan akan ada sekitar satu juta perangkat Android yang terancam malware itu, sebab versi Android saat ini memiliki fitur untuk secara otomatis memutar preview sebelum mengunduh sebuah lagu.

Untuk saat ini, Google dikabarkan masih sedang mengusahakan memperbaiki masalah Stagefright ini dan diperkirakan akan hadir pada pembaruan keamanan terbaru dari Google.

dengan adanya info ini saya sarankan kepada pemilik-pemilik gagdet usahakanlah berhati-hati dalam memakai gagdet anda ,karna bisa berdampak buruk pada gagdet anda
saya sarankan kalau misalnya anda medownload atau berselancar ada baiknya anda melewati link yang bersifat resmi

kritik dan saran silakan komentar dibawah..?

Thursday, 8 October 2015

Lumia 950 Bisa Disulap jadi 'Komputer'

 Raksasa teknologi dunia, Microsoft, baru saja merilis beberapa produk terbarunya, antara lain Lumia 950 dan Lumia 950 XL. Adapun salah satu fitur andalan terbaru di Lumia 950 adalah kemampuannya untuk disulap menjadi sebuah 'komputer'.

Dengan bantuan sebuah perangkat yang dinamai 'Display Dock', Lumia 950 atau smartphone Windows 10 lainnya dapat berubah menjadi sebuah 'komputer', lengkap dengan mouse dan keyboard. Secara sederhana, Display Dock merupakan sebuah adapter, yang memiliki 3 soket USB, termasuk USB tipe C, serta soket HDMI dan Display.

Di salah satu rangkaian acara Microsoft TechDays 2015 yang bertempat di Balai Kartini, Jakarta, Rabu (7/10/2015), para awak media berkesempatan untuk menyaksikan secara langsung aksi memukau Lumia 950, melalui demonstrasi yang dipandu oleh Heesun Tak dan Juha Werkkala, Lumia Product Marketing.

Dalam demonstrasi tersebut, Display Dock memainkan perannya dengan sangat apik karena selama demonstrasi berlangsung, Lumia 950 memang berfungsi seperti layaknya sebuah 'komputer'.



Tampilan antarmuka yang muncul cenderung sangat mirip dengan tampilan antarmuka Windows 10 versi desktop, kecuali beberapa perbedaan khas smartphone, seperti indikator sinyal, indikator baterai, dan penunjuk waktu.

Menariknya, terdapat task bar dan task switcher, sehingga pengguna dapat dengan mudah beralih dari satu aplikasi ke aplikasi lain. Perpindahan antar aplikasi berlangsung dengan halus.

Selagi pengguna mengakses 'komputer' miliknya, pengguna juga dapat mengakses smartphone Windows 10, seperti kembali ke menu Start, membuka aplikasi, dan sebagainya.

Jika Anda penasaran, bagaimana Lumia 950 disulap menjadi 'komputer' dengan bantuan Display Dock, tak perlu khawatir karena CNET, berhasil mengabadikan video demonstrasi tersebut di gelaran Microsoft, Selasa (6/10/2015) kemarin, di New York City, Amerika Serikat.